Bec News BEC BSI

Step 3 : Menjadi Wirausaha sukses, mulai dari mana?

Terbit : 2016-12-05 | Jam : 10:20:16 WIB | Dibaca : 538 kali.

Pagi wirausaha muda, bagaimana aktifitas satu minggu belakangan ini. Tentu banyak peningkatan positif bukan, bagi profit usaha bagi yang telah memiliki usaha. Atau bagi perkembangan usahanya yang sudah mulai terlihat bagi Anda yang baru memulainya. Meski mungin ada kendala tentunya bisa diatasi dengan baik, bisa dihadapi dengan sempurna. Karena sejatinya, orang yang diam pun memiliki kendala, apalagi para pengusaha yang seluruh anggota tubuhnya bekerja, tentu tak terlepas dari kendala. Namun dari kendala tersebut membuat kita semakin lihai untuk mengatasinya dan bisa dijadikan sebagai pengalaman bagi kita kedepannya.

 

Jika di minggu lalu kita membahas tentang traffic usaha, maka kali ini kita bahasan kita ajan di fokuskan pada copywriting, yap copywriting. Mungkin sudah santer dikenal di telinga pembaca sekalian, jika dia artikan copywriting singkatnya dapat kita kenal sebagai seni menjual dengan tulisan, biasanya digunakan bagi anda yang melakukan promosi secara online.

 

Copywriting dapat kita samakan dengan salesman, Mengapa demikian? Karena dengan copywriting kita sama-sama menarik pembeli untuk membeli produk kita, hanya saja salesman ini berbentuk tulisan didalam satu media online dalam website atau artikel. Percaya tidak? Jika kita tidak memanfaatkan teknik ini, itu sama dengan kita membuang 80% waktu dan biaya.

 

Lalu bagaimana cara yang baik dalam membuat copywriting? Berikut sama-sama kita ulas beberapa tekniknya.

 

1. Buat lah judul yang menarik

Ya, judul merupakan bagian yang paling penting. Dikutip melalui situs writepreneur.com,  menuliskan Jika judul anda tidak menarik perhatian, maka orang tidak akan membaca salinan dari promosi penjualan anda tersebut. Hukum pareto berlaku: Hanya 8 dari 10 orang yang membaca judul, dan hanya 2 yang meneruskan membaca sisanya. Dan apa yang terjadi jika pembaca tidak meneruskan bacaan anda? Ya dia tidak akan mengenal produk kita. Oleh karena itu, cobalah buat pemicu pada judul yang anda buat pada copywriting anda. Karena dengan menarik saja belum cukup, kita butuh sesuatu yang memicu.

  • Asas manfaat

Jika diperhatikan, orang-orang tidak membeli produk, mereka membeli manfaat. Yaa, orang membeli tidur nyenyak, bukan spring bed. Wanita membeli wajah putih, bukan krim wajah. Maka dari itu buatlah judul yang menjual manfaat, bukan produk. Tidak hanya satu, bahkan anda bisa menambahkan dua manfaat sekaligus dalam produk anda dengan angka yang nyata pula, contohnya anda sebagai penjual alat kecantikan, buatlah judul “Ingin wajah tampak merona dalam waktu 7 hari plus hadiah voucher pulsa 100.000?. kata “wajah tampak merona” merupakan manfaat dari produk handa, “7 hari” merupakan angka nyata dari waktu manfaat yang akan dirasakan, “Voucher pulsa” merupakan tambahan manfaat jika orang membeli produk anda.

  • Meningkatkan konsekuensi yang ditanggung

Judul akan semakin menarik perhatian sesorang jika anda meingkatkan resiko yang mereka tanggung, selain manfaat yang dicari oleh orang-orang, tentunya mereka pun ingin hidupnya jauh akan resiko, jauh akan permsalahan yang dirasakan sekarang, atau yang akan dirasakan didepan. Oleh karena itu, tambahkanlah konsekuensi pada judul yang akan anda buat.

Contohnya anda sebagai pengusaha air mineral, cobalah judul singkat ini : “Apakah Anda yakin air minum Anak anda bebas kuman?”. Orang tu mungkin bisa sedikit mengabaikan konsekuansi kuman dari air yang tidak sehat, namun bagaimana jika konsekuensi tersebut ditanggung oleh Anak-anaknya?.

  • Menciptakan Urgensi

Jika seorang yang berprospek akan membeli produk anda menunda bacaan dari salinan copywriting anda, maka kecil lah kemungkinan orang tersebut akan kembali. Jadi jangan  biarkan mereka menunda. Tekankanlah urgensi pada judul copywriting anda, seperti harga berbatas waktu dan lain sebagainya, mungkin kita sering mendengar kata-kata khasi dari aktris Feni Rose “Senin harga naik” hal itu bisa menciptakan urgensi bagi orang-orang yang akhirnya membuat mereka tidak menunda.

Selain urgensi jangka waktu, anda juga dapat membuat batasan-batasan lain, seperti “Miliki rumah tipe 100 plus hadiah 1 unit sepeda motor khusus untuk 10 pembeli pertama” bayangkan, siapa yang ingin menjadi orang yang ke 11? Tentu mereka berlomba-lomba menjadi 10 orang pertama tersebut.

 

Salam Inovasi!

Image 06