Bec News BEC BSI

Mengejar Kebahagiaan Lewat Berwirausaha

Terbit : 2016-12-21 | Jam : 11:28:55 WIB | Dibaca : 509 kali.

pada dasarnya pada diri setiap orang selalu menginginkan yang namanya
kebahagiaan. baik kebahagiaan bagi dirinya sendiri, orang lain maupun
kebahagiaan bagi yang lainnya. namun sering kali kita merasa sulit
untuk memperolehnya ditengah banyaknya persaingan yang ada saat ini.
karna masih banyak dari masyarakat ditengah-tengah kita yang mengalami
kesulitan untuk menjalani hidup dari hari kehari.

Hal itu semakin dipersulit karena kebutuhan hidup yang terus mengalami
peningkatan dari waktu kewaktu, baik itu sandang, pangan, maupun papan.
ini adalah masalah yang terus dan terus dialami oleh negara kita
yang penanganannya itu masih sangat lambat menuju arah perbaikan yang lebih.
aneh memang jika kita melihat bahwa mengapa terjadi seperti itu?
sedangkan kita semua mengetahui bahwasanya negara kita itu telah diberikan
anugrah yang begitu besar oleh allah swt lewat sumber daya alamnya yang melimpah ruah..
itulah kekurangan dari negara kita..

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan sekarang?
seperti kita ketahui pada saat ini indonesia masih mengalami yang namanya
defisit pengusaha dimana banyak diantara masyarakat kita yang beranggapan
lebih baik manjadi seorang pegawai dengan gaji yang tetap dibandingkan
menjadi seorang pedagang atau pengusaha yang belum jelas pendapatannya.
padahal Indonesia sebenarnya sangatlah membutuhkan banyak wirausahawan
tangguh yang mampu menyelamatkan perekonomian bangsa dan mengurangi jumlah
penggangguran yang ada pada saat ini.

Selanjutnya bagaimana cara kita memulai menjalankan usaha?
1. Menumbuhkan jiwa Entrepreneur (kreatif dan inovatif, optimis, tegar, dan ulet,
pekerja keras, multi tasking, berhemat, berani ambil resiko, serta istiqomah dan
fokus).
2. Memiliki sifat seorang Entrepreneur (percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil,
mengambil resiko, kepemimpinan, keorsinilan, berorientasi kedepan, serta kreativitas).
3. Menjalaninya dengan belajar dan terus belajar, serta
4. Mentaati norma dan Etika bisnis

Semua cara diatas sudah dilakukan oleh salah satu Pengusaha Sukses Indonesia berikut kisahnya :

Kisah Perjuangan Chairul tanjung mengejar kesuksesan lewat berbisnis

CT pria kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 pada awalnya memulai bisnis kecil-kecilan.
Dia bekerjasama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis
yaitu di bawah tangga kampus. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu,
dan aneka barang lain di kampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu,
ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya – yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering menraktir teman – usaha itu bangkrut.

Tidak hanya sampai di situ, ia pun terus berusaha mengasah kemampuannya dalam berbisnis.
Usaha lain, seperti usaha stiker, pembuatan kaos, buku kuliah stensilan, hingga penjualan
buku bekas dicobanya. Usai menyelesaikan kuliah, Chairul memberanikan diri menyewa kios didaerah Senen, Jakarta Pusat, dengan harga sewa Rp1 juta per tahun. Kios kecil itu dimanfaatkannya untuk membuka CV yang bergerak di bidang penjualan alat-alat kedokteran gigi. Sayang, usaha tersebut tidak berlangsung lama karena kios tempat usahanya lebih sering dijadikan tempat berkumpul teman-temannya sesama aktivis. “Yang nongkrong lebih banyak ketimbang yang beli,” kata mahasiswa teladan tingkat nasional 1984-1985 ini.

Selang berapa tahun, ia mencoba bangkit dan melangkah lagi dengan menggandeng dua temannya mendirikan PT Pariarti Shindutama yang memproduksi sepatu.Ia mendapatkan kredit ringan dari Bank Exim sebesar Rp150 juta. Kepiawaiannya membangun jaringan bisnis membuat sepatu produksinya mendapat pesanan sebanyak 160.000 pasang dari pengusaha Italia.

Bisnisnya terus berkembang. Ia mulai mencoba merambah ke industri genting, sandal, dan properti. Namun, di tengah usahanya yang sedang merambat naik, tiba-tiba dia terbentur perbedaan visi dengan kedua rekannya. Ia pun memutuskan memilih mundur dan menjalankan sendiri usahanya. Memang tidak jaminan, seseorang yang berkarier sesuai dengan latar belakang pendidikannya akan sukses. Kenyataannya tidak sedikit yang berhasil justru setelah mereka keluar dari jalur.

Dan pilihannya untuk menjadi pengusaha menempatkan CT sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah diUI dulu. Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan sebagainya. “Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.

Berkat kesuksesannya itu Majalah Warta Ekonomi menganugerahi Pria Berdarah Minang/Padang sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di tahun 2005 dan Dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya didunia tahun 2010 versi majalah Forbes dengan total kekayaan $1 Miliar.

 

 

Image 06